Apakah anda pernah merasa susah lepas dari HP, game, atau bahkan judi online ? Ada kemungkinan anda telah mengalami gejala kecanduan atau adiksi. Adiksi bukan hanya tentang pemakaian NAPZA atau narkoba, ada juga adiksi yang disebabkan karena perilaku tertentu yang disebut sebagai “adiksi perilaku” (behavioral addiction). Contohnya : perjudian, kecanduan internet, game online, kecanduan berbelanja, seks atau pornografi, kecanduan bekerja, dan lain-lain.
Adiksi perilaku adalah suatu kondisi ketika seseorang menjadi sangat bergantung pada suatu aktivitas atau perilaku tertentu. Meskipun tidak melibatkan zat seperti narkoba atau alkohol, tetapi tetap menimbulkan efek psikologis yang mirip dengan adiksi zat.
Adiksi perilaku terjadi ketika suatu aktivitas : Memberikan rasa senang/“high” yang berarti dopamin meningkat; dilakukan berulang-ulang; Sulit dikontrol meskipun tahu dampaknya negative; dan menjadi cara utama untuk melarikan diri dari masalah atau emosi
Pemahaman inilah yang diberikan dalam sesi Edukasi Tematik bertajuk “Hidup Sehat tanpa Adiksi” yang dibawakan oleh tim dari Yayasan Sekar Mawar pada 21 April 2026 di Aula Yohanes Paulus, Gedung Bumi Silih Asih Bandung.
Edukasi dengan tema “Mengenali dan Mengatasi Aneka Bentuk Kecanduan pada Remaja” ini menjadi salah satu dari enam tema dalam rangkaian edukasi tematik yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Keuskupan Bandung ke-94. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah siswa-siswi SMP dan SMA dari berbagai sekolah di wilayah Keuskupan Bandung.

Tanda-tanda Adiksi Perilaku
Ada sejumlah tanda atau kriteria pada adiksi perilaku yaitu :
- Adanya dominasi pikiran : aktivitas tersebut menjadi pusat hidup & terus dipikirkan sepanjang hari
- Kehilangan kontrol (tidak bisa berhenti)
- Waktu yang dihabiskan makin lama semakin banyak
- Mengabaikan tanggung jawab (kerja, studi, keluarga)
- Tetap dilakukan walaupun hal itu merugikan
- Muncul gelisah jika tidak melakukannya
Jika setidaknya ada tiga kriteria tersebut yang muncul secara konsisten, maka bisa jadi seseorang telah mengalami adiksi perilaku.

Mencegah Adiksi Perilaku
Mencegah adiksi perilaku (behavioral addiction) berarti membangun kemampuan untuk menggunakan aktivitas secara sehat, sadar, dan seimbang, sehingga tidak berubah menjadi ketergantungan. Kita perlu mengenali : aktivitas apa yang paling mudah membuat “lupa waktu”, kapan dorongan itu muncul, dan emosi apa yang biasanya menjadi pemicu, misalnya stress atau bosan. Kesadaran ini merupakan langkah awal sebelum kita kehilangan kendali.

Pencegahan bukan hanya soal “menghindari”, tetapi juga memperkuat diri secara mental, emosional, dan sosial. Untuk itu perlu kita bisa mengenali emosi, mengekspresikan perasaaan, dan mencari coping yang sehat. Kegiatan yang negative perlu diganti dengan alternatif yang lebih sehat, misalnya : olahraga, menulis jurnal (journaling), berbicara dengan orang terpercaya, atau aktivitas kreatif lainnya. Pencegahan adiksi perilaku bukan berarti menghindari semua aktivitas yang menyenangkan, tetapi bagaimana kita bisa menggunakan sesuatu secara lebih sadar, seimbang, dan tidak menjadikannya sebagai “pelarian” dari berbagai persoalan hidup.
Anastasia C.
Yayasan Sekar Mawar – Keuskupan Bandung
Pusat Rehabilitasi Sosial dan Pencegahan NAPZA
