{"id":291,"date":"2019-03-13T10:52:14","date_gmt":"2019-03-13T10:52:14","guid":{"rendered":"http:\/\/www.sekarmawar.com\/?p=291"},"modified":"2023-10-01T10:47:25","modified_gmt":"2023-10-01T10:47:25","slug":"gangguan-co-occuring","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/2019\/03\/13\/gangguan-co-occuring\/","title":{"rendered":"Gangguan Co-occuring"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/www.sekarmawar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/alkohol.jpg\" rel=\"lightbox-0\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-292 alignleft\" src=\"http:\/\/www.sekarmawar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/alkohol.jpg\" alt=\"\" width=\"456\" height=\"304\" \/><\/a>\u00a0\u201cGangguan Co-occuring\u201d<\/strong> \u00a0dahulu<b> <\/b>dikenal dengan istilah \u201c<em>Dual Diagnosis<\/em>\u201d, sering juga disebut \u201c<em>Comorbidity<\/em>\u201d, merupakan istilah yang dipakai untuk terjadinya dua atau lebih gangguan pada seseorang yang terjadi secara bersamaan, dalam hal ini adalah gangguan penggunaan zat dan gangguan mental. Misalnya : orang yang kecanduan alkohol sekaligus memiliki gangguan bipolar, kecanduan cocain sekaligus memiliki gangguan depresi, kecanduan berbagai zat narkoba sekaligus memiliki schizophrenia, kecanduan heroin dan juga memiliki PTSD,dan berbagai variasi lainnya.<\/p>\n<p>Diperkirakan 1\/3 dari pecandu narkotika memiliki kelainan mental, termasuk didalamnya adalah : depresi, kecemasan, bipolar, PTSD, ADHD, schizophrenia, dll. Antara penyalahgunaan zat dan gangguan mental, salah satunya bisa terjadi lebih dulu, entah penyalahgunaan zat atau gangguan mental yang berkembang terlebih dulu.<\/p>\n<p>Seseorang yang memiliki gangguan mental pada awalnya dapat memakai obat-obatan serta alkohol sebagai bentuk pengobatan untuk dirinya sendiri. Penyalahgunaan zat yang mereka gunakan pada akhirnya justru dapat memperburuk gejala gangguan mental yang dialaminya, karena obat-obatan tersebut berpengaruh terhadap susunan kimia di otak, suasana hati, pikiran, dan perilaku seseorang.<\/p>\n<h3><strong>Gejala<\/strong><\/h3>\n<p>Gejala penderita gangguan co-occuring berkaitan dengan gejala penggunaan zat dan kondisi kesehatan mental \u00a0seseorang. Gejala co-occuring kadang sulit untuk didiagnosis karena gejala gangguan zat dapat menutupi gejala gangguan mental dan juga sebaliknya.<\/p>\n<p>Gejala penyalahgunaan zat meliputi : penarikan diri dari teman &amp; keluarga, perubahan perilaku, pemakaian zat dalam kondisi bahaya, kehilangan kendali atas penggunaan zat, pemakaian zat yang terus bertambah, adanya gejala putus zat, dll.<\/p>\n<p>Gejala gangguan mental antara lain : perubahan suasana hati yang ekstrem, pikiran yang bingung atau sulit berkonsentrasi, menghindari teman dan kegiatan sosial, berpikir untuk bunuh diri, dll.<\/p>\n<p>Seseorang yang menderita gangguan co-occuring biasanya mempunyai \u00a0masalah medis, sosial, emosional yang lebih banyak dan bersifat kronis, daripada orang dengan gangguan mental saja atau orang dengan gangguan penggunaan zat saja. Mereka sangat rentan dengan relapse maupun gangguan psikiatrik yang lebih buruk. Orang dengan gangguan co-occuring membutuhkan treatment yang lebih lama, memiliki banyak krisis, serta perkembangannya bertahap.<\/p>\n<h6><a href=\"http:\/\/www.sekarmawar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/cooccurringdisorders-3.jpg\" rel=\"lightbox-1\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-295\" src=\"http:\/\/www.sekarmawar.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/cooccurringdisorders-3-1024x585.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"357\" \/><\/a><\/h6>\n<h3><strong>Penyebab<\/strong><\/h3>\n<p>Gangguan kesehatan mental dan penyalahgunaan zat terjadi sebagai akibat dari faktor biologis dan faktor lingkungan. Keduanya berkombinasi dan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kerentanan genetic, lingkungan, dan juga pengaruh obat-obatan.<\/p>\n<p>Penelitian mengungkapkan adanya faktor yang beresiko terjadinya gangguan co-occuring yaitu : kesalahan pengasuhan anak, kemiskinan,\u00a0 sekolah berkualitas rendah,\u00a0 disfungsi keluarga, diskriminasi dan saksi kekerasan. \u00a0Sedangkan faktor pencegahnya adalah : kualitas tinggi pada sekolah, perumahan, perawatan kesehatan, pengaruh sosial dan pola asuh keluarga. Pengaruh lingkungan dapat memberikan ketahanan dan \u00a0memutuskan efek pengaruh genetik, oleh karena itu intervensi psikososial\u00a0 dan penerapannya adalah penting dalam menentukan hasil akhirnya.<\/p>\n<h3><strong>Treatment<\/strong><\/h3>\n<p>Perawatan untuk orang dengan gangguan co-occuring meliputi tiga hal yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li>Perawatan Farmakologis<\/li>\n<\/ol>\n<p>Yaitu perawatan dengan obat-obatan untuk gangguan kejiwaan seperti gangguan mood, kecemasan, gangguan psikotik, dll, dan juga untuk mengatasi gangguan penggunaan zat, seperti mengatasi gejala putus zat, pencegahan kekambuhan, dll.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Perawatan non-farmakologis<\/li>\n<\/ol>\n<p>Yaitu perawatan psikososial dengan berbagai intervensi seperti\u00a0 intervensi keluarga, peningkatan motivasi, konseling pencegahan kekambuhan, terapi perilaku, baik secara individu maupun kelompok.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Self-help dan Kelompok pendukung (<em>Support Group<\/em>)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kelompok pendukung memungkinkan anggotanya untuk berbagi pengalaman, suasana hati, keberhasilan, dll. Mereka membentuk persahabatan dan memberikan dorongan untuk sembuh. \u00a0Dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat juga sangat membantu dalam treatment pemulihan.<\/p>\n<p>Wawancara dan assessment yang cermat diperlukan untuk mengenali adanya gangguan co-occuring. Bervariasinya gangguan yang muncul juga membutuhkan kolaborasi penanganan dari beberapa ahli seperti psikolog, psikiater, konselor adiksi, therapist mental, dll. Seseorang dengan gangguan co-occuring perlu untuk mengenali diri sendiri agar dapat mengatasi berbagai gangguan yang muncul serta bisa beradaptasi dengan kondisinya. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan adaptasi harus terus dikembangkan sehingga para penderita gangguan co-occuring dapat mencapai pemulihan yang maksimal.<\/p>\n<p>Rangkuman diskusi FSG &#8211; Maret 2019<br \/>\nYayasan Sekar Mawar \u2013 Keuskupan Bandung<br \/>\nRehabilitasi Sosial NAPZA \u2013 Therapeutic Community<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0\u201cGangguan Co-occuring\u201d \u00a0dahulu dikenal dengan istilah \u201cDual Diagnosis\u201d, sering juga disebut \u201cComorbidity\u201d, merupakan istilah yang dipakai untuk terjadinya dua atau lebih gangguan pada seseorang yang terjadi secara bersamaan, dalam hal ini adalah gangguan penggunaan zat dan gangguan mental. Misalnya : orang yang kecanduan alkohol sekaligus memiliki gangguan bipolar, kecanduan cocain sekaligus memiliki gangguan depresi, kecanduan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":443,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[11,30],"class_list":["post-291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-co-occuring","tag-rehabilitasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=291"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":446,"href":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291\/revisions\/446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/443"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekarmawar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}