Addiction and Anger

Seorang pecandu Narkoba, misalnya alkohol, kokain, atau heroin, mempunyai karakteristik tertentu, salah satunya adalah mudah marah. Banyak pecandu mempunyai masalah dengan kemarahan ini, mereka mengekspresikannya dengan cara yang tidak benar. Kemarahan berkaitan erat dengan kekambuhan (relapse), banyak pecandu hanya mengetahui bahwa satu-satunya cara untuk mengungkapkan kemarahan adalah dengan mengkonsumsi narkoba, mereka memakai (narkoba) kembali untuk menutupi perasaan mereka. Seseorang yang tidak bisa mengekspresikan kemarahan dengan cara yang sehat, terpaksa menggunakan narkoba ataupun alkohol dalam jumlah yang banyak untuk mengatasi perasaan yang kuat ini. Hal inilah yang akhirnya membuat mereka berada dalam lingkaran yang destruktif. Oleh karena itu jika ingin mencapai kondisi yang bersih narkoba (abstinence), maka sangat penting bagi seorang pecandu untuk belajar bagaimana cara mengendalikan kemarahan ini dengan cara yang positif.

Berbagai sebab mengapa para pecandu tidak dapat mengendalikan kemarahan secara benar :

  1. Mereka menyangkal atau menutupi perasaan marahnya menghadapi kejadian yang bersifat traumatik, misalnya pelecehan seksual anak, pemerkosaan, atau kematian orang yang dicintai. Mereka mengabaikan perasaan dan tanpa sadar hal itu justru membangkitkan kebencian dan kemarahan.
  2. Kecanduan itu sendiri menghalangi seseorang untuk mengekspresikan kemarahan dengan cara yang sehat.
  3. Seorang Pecandu secara tidak sadar telah belajar cara yang tidak sehat dalam mengekspresikan kemarahan melalui orangtua atau keluarga lain ketika mereka masih kecil.
  4. Dalam menghadapi suatu masalah, pecandu marah pada dirinya sendiri, tetapi mereka malah menyalahkan orang lain disekitarnya.

Pengaruh Narkoba terhadap Kemarahan

Seseorang pemakai narkoba, yang berusaha melarikan diri dari persoalan hidupnya, biasanya tidak berpikir bagaimana cara mengendalikan kemarahan, mereka bahkan menunjukkan kemarahan melalui berbagai cara yang negatif seperti :

  1. Terlalu agresif ketika marah : memukul, menendang, meninju atau mendorong orang lain untuk mengungkapkan rasa marahnya.
  2. Meneriakkan ancaman kekerasan
  3. Melakukan pemerasan emosional untuk menghukum orang lain. Mengabaikan orang yang dicintai dalam waktu yang lama tanpa mengemukakan alasannya
  4. Mencari cara untuk balas dendam terhadap seseorang yang menurut dia bersalah

Cara yang Tepat untuk Mengendalikan Kemarahan

Mengendalikan kemarahan bertujuan untuk dapat mengatasi perasaan marah tanpa jatuh kedalam pemakaian obat-obatan terlarang atau meminum alkohol. Ada beberapa cara yang benar untuk mengendalikan amarah, dengan cara ini kita dapat memperbaiki hubungan dengan orang lain bukan merusaknya.

  1. Tarik nafas dalam-dalam untuk penenangan diri dan mengevaluasi situasi. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang orang lain.
  2. Belajar untuk mengekspresikan kemarahan secara produktif, yaitu dalam berkomunikasi kita bisa mengeluarkan pernyataan yang tidak defensif (bersifat mempertahankan dri).
  3. Hindari untuk mengeluarkan kata-kata ketika situasi menjadi makin panas. Hal ini memberi kesempatan untuk cooling down beberapa saat supaya dapat kembali ke situasi semula dengan lebih tenang dan rasional.
  4. Salurkan kemarahan itu secara fisik misalnya dengan berlari, memukul bantal atau karung.
  5. Ungkapkan kemarahan dengan cara yang kreatif, seperti menulis artikel atau melukis. Menggambar, melukis, ataupun menulis adalah cara yang baik untuk mengungkapkan kemarahan.
  6. Hindari situasi yang negatif dan orang yang dapat membuat marah, karena hal itu dapat mengantarkan kita pada kekambuhan (relapse).

Seorang Konselor Adiksi dalam program rehabilitasi yang baik dapat menolong untuk menemukan apa penyebab suatu kemarahan. Mereka dapat diajak bekerjasama dan mengevaluasi agar dapat mengendalikan emosi dengan baik. Jika kemarahan cenderung diekspresikan secara tidak sehat, maka Konselor dapat membantu untuk menemukan cara-cara positif dalam mengatasi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Terjemahan dari “Anger and Addiction”

Yayasan Sekar Mawar

Therapeutic Community Center

 


 

 

Terjemahan Asli

Kecanduan dan Kemarahan

(Addiction and Anger)

Kemarahan yang sering menyertai seorang pecandu narkoba, seperti alkohol, kokain, atau heroin, dapat menjadi kombinasi yang mengerikan. Banyak pecandu mempunyai masalah dengan perasaan marah ini dan mengekspresikannya dengan cara yang tidak benar. Kemarahan berkaitan erat dengan kekambuhan (memakai narkoba lagi), karena bagi seorang pecandu hanya cara itulah yang diketahui untuk mengendalikan amarah, yaitu dengan mengkonsumsi narkoba kembali untuk menutupi perasaan mereka. Seseorang yang tidak bisa mengekspresikan kemarahannya dengan cara yang sehat, terpaksa menggunakan narkoba serta alkohol yang banyak, sebagai cara untuk mengatasi perasaan yang kuat ini. Hal ini membuat mereka akhirnya berada dalam lingkaran yang destruktif. Jika memang ingin mencapai kondisi bersih (abstinence), maka sangat penting bagi seorang pecandu untuk belajar bagaimana cara mengendalikan rasa marah dengan cara yang positif.

Alasan mengapa seorang pecandu tidak dapat mengendalikan kemarahan secara benar :

  1. Seorang Pecandu sering menyangkal perasaan marah mereka terhadap kejadian yang bersifat traumatik, seperti pelecehan seksual anak, pemerkosaan, atau kematian orang yang dicintai. Mereka mengabaikan perasaan dan tanpa sadar mereka justru membangkitkan kebencian dan kemarahan.
  2. Seorang Pecandu menghalangi seseorang dalam mengekspresikan kemarahan mereka dengan cara yang sehat.
  3. Pecandu kadang secara tidak sadar telah belajar cara yang tidak sehat dalam mengekspresikan kemarahan melalui orangtua atau dari keluarga lain ketika mereka masih muda.
  4. Pecandu mungkin marah pada dirinya sendiri tetapi mereka menyalahkan orang disekitarnya untuk masalahnya itu.

Narkoba  berpengaruh pada kemarahan

Seseorang yang memilih memakai narkoba untuk melarikan diri dari persoalan hidupnya biasanya tidak berpikir bagaimana cara mengendalikan kemarahan mereka, mereka bahkan mempertunjukkan kemarahan melalui berbagai cara yang negatif seperti :

  1. Menjadi terlalu agresif ketika marah, Memukul, menendang, meninju atau mendorong orang lain untuk mengeluarkan rasa amarahnya.
  2. Meneriakkan ancaman kekerasan
  3. Pemerasan emosional untuk menghukum orang lain. Mengabaikan orang yang dicintai untuk waktu yang lama tanpa mengemukakan alasannya
  4. Mencari cara untuk balas dendam terhadap seseorang yang menurut dia bersalah

Cara yang tepat untuk mengendalikan amarah

Tujuannya adalah untuk dapat mengatasi perasaan marah tanpa jatuh kedalam obat-obatan terlarang atau meminum alkohol. Ada beberapa cara yang benar untuk mengendalikan amarah sehingga dapat memperbaiki hubungan dengan orang lain daripada merusaknya.

  1. Tarik nafas dalam-dalam untuk penengangan diri dan mengevaluasi situasi. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang orang lain.
  2. Belajar untuk mengekspresikan kemarahan secara produktif, dengan mengeluarkan pernyataan yang tidak defensif (bersifat mempertahankan dri) dalam berkomunikasi.
  3. Hindari untuk mengeluarkan kata-kata ketika situasi menjadi makin panas. Hal ini memberi kesempatan untuk cooling down beberapa saat supaya dapat kembali ke situasi semula dengan lebih tenang dan rasional.
  4. Salurkan kemarahan itu secara fisik dengan berlari, memukul bantal atau karung.
  5. Ungkapkan kemarahan dengan cara yang kreatif, seperti menulis artikel atau melukis. Menggambar, melukis, dan menulis adalah cara yang baik untuk mengungkapkan emosi.
  6. Hindari situasi negatif atau orang yang dapat membuat marah, karena hal itu dapat membawa pada kekambuhan (relapse).

Seorang konselor adiksi dalam program rehabilitasi yang profesional dapat menolong untuk menemukan apa penyebab kemarahan. Mereka dapat diajak bekerjasama dan mengevaluasi untuk dapat mengendalikan emosi dengan baik. Jika kemarahan cenderung diekspresikan secara tidak sehat, maka Konselor dapat membantu untuk menemukan cara-cara positif dalam mengatasi berbagai tantangan dalam kehidupan.

 

Terjemahan dari “Anger and Addiction”

Yayasan Sekar Mawar

Therapeutic Community Center

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *